REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : AKUNTAN MASIH DIBUTUHKAN??

REVOLUSI INDUSTRI 4.0 : AKUNTAN MASIH DIBUTUHKAN??

Asri Dwi Ariyani, S.E.,M.Sc.

Perkembangan digital yang semakin pesat menjadi sinyal era automasi. Artinya, peran teknologi mulai menggeser kendali pekerjaan yang biasa dilakukan manusia. Apakah mesin dan robot pintar kini mengambil alih peran kita? Seberapa besar inovasi-inovasi tersebut memengaruhi hidup kita? Akankah perubahan ini menjadi ketakutan tersendiri ataukah menjadi tantangan yang harus dihadapi?

Perkembangan ekonomi digital telah membuka berbagai kemungkinan baru sekaligus meningkatkan risiko secara bersamaan. Perubahan itu pula yang memberikan dampak signifikan dalam perkembangan akuntansi dan auditing. Peranan akuntan saat ini tak lagi terbatas pada book-keeping. Namun, mencakup pengendalian internal, memberikan analisa informasi bagi manajemen, terutama terkait strategi-strategi keuangan perusahaan. Analisis akuntan dan keuangan juga akan berpindah dari sifat retrospektif menjadi prediktif. Peran akuntan akan berubah.

Akuntan adalah profesi yang ahli dalam bidang penyedia informasi keuangan, maka teknologi informasi sangat penting menjadi kebutuhan pokok. Bagaimana merespon masa depan?

Peran akuntan di dalam menyajikan laporan keuangan perusahaan harus dapat menyatakan hasil yang konkrit terkait nilai-nilai penting yang harus dicapai oleh perusahaan, seperti kualitas produksi yang tinggi, penilaian kinerja pegawai, pelanggan yang puas dan loyal tidak hanya dalam unit monetary saja tapi akan jauh lebih luas hingga dalam perilaku.

Akuntan sudah seharusnya bisa mengantisipasi kebijaksanaan perusahaan di persaingan global, peran akuntan tidak sekedar penyedia data akuntansi, tetapi juga berperan sebagai pemberi informasi bagi para pengambil keputusan.

Akuntan berperan memberikan analisis terhadap sebab akibat kebijaksanaan manajemen perusahaan yang akan terlihat jelas pada saat auditor public melakukan audit keuangan dan manajemen sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada para investornya, terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis.

Akuntan sebagai support specialis, akuntan akan lebih berperan sebagai financing analysis daripada penyedia data akuntansi. Sehingga akuntan pun harus menguasai fungsi marketing, sehingga mampu mendeteksi situasi pasar dalam persaingan global mendatang. Sehingga di masa mendatang akuntan harus dapat berpikir secara strategik.

Akuntan harus berpengetahuan, berkualitas, berkemampuan memadai, mampu berkembang dan selalu berinovasi dengan tehnologi. Kolaborasi ini merupakan faktor kunci dalam menciptakan nilai tambah akuntan bagi pertumbuhan bisnis konvensional dan startup. Kolaborasi terkait pemanfaatan data konvensional yang dimiliki oleh perusahaan dan akan dikembangkan oleh akuntan sebagai early warning system yang berujung pada pemberian solusi melalui inovasi akuntan untuk kemudahan penentuan kebijaksanaan perusahaan.

Dengan demikian, selain mengikuti perkembangan teknologi informasi, seorang akuntan di era serba digital sudah seharusnya mampu beradaptasi dengan tehnologi untuk menciptakan nilai (value) yang semakin mengarah pada layanan digital, mampu melengkapi dirinya dengan berbagai pengetahuan.